Rabu, 08 April 2009

Bedain Eau de toelette, Eau de Parfume, Aftershave Balm, Eau de Cologne

ini amethyst fatale eau de parfume

ini namanya eclat women


ini namanya Ascendant


ini namanya S8



buat blogger yang mencintai parfum entah itu co atau cewek atau yang lainnya. Buat cowok ga usah tajut dikatain metroseksual. Parfum mah wajar2 aja, parfum bisa bikin PD, apalagi klo qta lagi ngomong ma gebetan. Well buat pengetahuan aja ternyata kaum hawa sangat demen dengan kaum adam yang wangi..pasti blogger juga suka kan deket2 dengan orang yang berbau wangi, bikin betah. Siapa sih yang ga suka dengan bau yang harum. Gw punya temen yg punya salon namanya Eka. Beliau juga sekaligus desainer. Eka malah bilang parfum itu buat rangsangan. Hayoooooo mari kita jernihkan pikiran sejenak.

Rangsangan yang gw maksud disini adalah rangsangan yang bikin kita semangat untuk melakukan aktivitas. Siapa sih yang betah berada di lingkungan yang baunya amit2. Pasti blogger langsung berasa ingin pergi dari tempat itu. Itu rangsangan yang saya maksud..kalo "rangsangan" dengan maksud laen yaaa..itu ada lah pasti tapi ga banyak

Upss malah jadi nglantur. Ouya para blogger sekalian mungkin sering ngliat istilah Eau de Parfume, Eau de Toilette (bukan aer toilet loh), Eau de Cologne, atau aftershave balm. Blogger sekalian mungkin masi bingung bedain mereka nah berikut ini beda antara 4 jenis parfum tersebut (disadur dari http://www.yanworks.web.id/blog/?p=47)

Eau de Perfume adalah jenis yang sedikit umum di pasaran dengan konsentrasi minyak antara 8%-15% dan bertahan kurang lebih 3-5 jam jika dipakai, harganya sedikit lebih mahal dari pada concentrated fragrance, tergantung dari merk dan jenisnya

Eau de Toilette adalah jenis yang sangat umum di pasaran industri wewangian, konsentrasi minyak perfume yang dikandung kurang lebih antara 4%-10% dan bertahan antara 3-4 jam jika digunakan. Jenis ini biasanya jenis terkuat yang disediakan untuk parfume pria.

Eau de Cologne adalah jenis dengan konsentrasi minyak 2%-5% dan dapat bertahan sampai dengan 3 jam. jenis ini dulu sempat sangat populer tapi saat ini sudah tidak sebanyak dulu, umumnya untuk jenis perfume wanita, masih sedikit umum dijumpai untuk perfume pria.


Nah biar bisa bedain nich ada contoh jenis eau de toilette misalnya S8 Eau de Tolitte, Ascendant, dan eclat for women, klo eau de parfume misalnya amethyst fatale

nah gw punya urutan gambarnya di atas sono. klo mau pesen silaken aja contact 085640765884

heheh kebetulan tu parfume asalnya dari oriflame semua. Gw make itu ya karena harganya nggak terlalu mahal, ya paling mahal 350 ribu lah yah..ga ada yg nyampe 700 ribuan jadi klo blogger tertarik pengen nyoba bisa contact gw lewat blog ini atau yg mau ngasi pendapat mengenai parfum silaken aja

Rabu, 04 Maret 2009

Pak Eddy dan Istrinya

cerita ini bersumber dari http://haries.blogsome.com/2008/02/27/cerita-yang-menyentuh/

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam,pak Eddy 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka
menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah
istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh
tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah
tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak Eddy memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan
mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia
letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum, untunglah tempat usaha pak Eddy tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
pak Eddy sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya
setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak Eddy lebih kurang 25 tahun, dengan sabar
dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati
mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih
kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua
mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah
sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak Eddy memutuskan ibu
mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya
berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin
sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu
tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak………bahkan
bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg
keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun
akan mengijinkannya.

kapan bapak menikmati masa tua bapak*
dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami
janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Eddy menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka…”
“Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk
nafsu mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah
melahirkan kalian..
Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir
didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai
dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa
bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang,
kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh
orang lain,
bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Eddy merekapun melihat butiran2
kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata
suami yg sangat dicintainya itu..*

Sampailah akhirnya pak Eddy diundang oleh salah satu stasiun TV swasta
untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada
Eddy kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah
tidak bisa apa2..

Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio
kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak
Eddy bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya,
tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian )
adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia
sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan
bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk
mencintainya apa adanya… sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya apalagi dia sakit.




terus terang setelah saya membaca cerita ini. Kerongkongan saya tercekat. Sungguh Mulia hatimu Pak Eddy. Seandainya semua suami seperti anda, pasti tidak akan ada lagi kasus KDRT. Semoga kau diberi pahala yang berlipat oleh Yang Maha Kuasa